Detail Cantuman Kembali
pencemaran senyawa hidrokarbon dalam sedimen di pesisir selatan pulau bawean, gresik
Pesisir Selatan Pulau Bawean menerima limbah yang berasal dari darat maupun perairan itu sendiri. Salah satu limbah tersebut yaitu senyawa hidrokarbon penyusun minyak yang bersifat toksik yang berpengaruh terhadap biota dan organisme laut. Penelitian ini dilakukan di Pesisir Selatan Pulau Bawean. Penelitian ini bertujuan menganalisis presentase kandungan minyak, mengidentifikasi kandungan senyawa hidrokarbon dan memberikan cara penanggulangan terkait kandungan senyawa hidrokarbon. Metode yang digunakan untuk mengetahui presentase minyak menggunakan ekstraksi soxhlet dan diidentifikasi menggunakan instrumen Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Pesentase kandungan minyak dalam sedimen pada Stasiun 1 sampai Stasiun 6 cukup bervariasi dari 0,0071-0,5540 % dengan volume berkisar 0,29-20 ml. Kandungan minyak tertinggi pada Stasiun 4 sebesar 0,5540 % dengan volume sebanyak 20 ml. Kandungan minyak terendah pada Stasiun 6 sebesar 0,0071% dengan volume sebanyak 0,29 ml. Identifikasi senyawa hidrokarbon dengan instrumen GC-MS pada Stasiun 1 dan Stasiun 4 yaitu senyawa Propionaldehyde dari jenis sumber minyak bio-oil minyak jelantah dan senyawa 4-hydroxy-4-methyl-2-Pentanone, 2-Pentanone, 4-hydroxy-4-methyl dari jenis sumber minyak alga cokelat. Jenis komponen senyawa hidrokarbon dari ketiga senyawa tersebut adalah senyawa hidrokarbon alifatik jenuh. Cara penanggulangan pencemaran minyak dan senyawa hidrokarbon dapat , pemantauan secara berkala, biodegradasi dan teknologi fitoremediasi.
Meyliana Nur Choriah - Personal Name
Mahmiah, S.Si., M.Si. - Personal Name
Ir. Rudi Siap Bintoro, M.T. - Personal Name
Mahmiah, S.Si., M.Si. - Personal Name
Ir. Rudi Siap Bintoro, M.T. - Personal Name
624.21.17 Mey p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2021
Surabaya
ix, 59 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







